Dampak Perkembangan IPTEK Terhadap Kelestarian Hutan dan Sumber Daya Laut

Pengertian IPTEK

Iptek merupakan segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun sistematis yang dapat dgunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di berbagai bidang dengan menggunakan teknologi-teknologi yang ada.Ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat dari aktivitas untuk pemenuh kebutuhan hidup manusia,baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat bisa di pisahkan dari kehidupan kita. Seperti pada lingkungan hidup seringkali kita menghubungkan dengan iptek karena memang sesungguhnya lingkungan itu membutuhkan iptek untuk menjadikan lingkungan ini lebih baik.Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat bisa di pisahkan dari kehidupan kita. Karena banyak sekali kebutuhan hidup kita yang dapat dipenuhi oleh adanya iptek.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tertinggal jauh dan sangat memprihatinkan dibanding Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat bahkan juga tertinggal di Negara-negara Asia misalnya Jepang dan China. Misalnya pada pertanian, pada bidang pertanian dibutuhkan beberapa teknologi seperti alat pembajak sawah dan pupuk sehingga menjadikan bidang pertanian lebih bekerja dengan cepat karena menggunakan alat pembajak sawah serta dengan pupuk diharapkan dapat lebih menyuburkan tanaman pada lahan pertanian. Jadi jika perkembangan iptek sudah cukup baik dan mencakup berbagai bidang maka akan dapat membantu dan memudahkan dalam mengerjakan sesuatu.

Fungsi Laut

Laut merupakan salah satu sumber daya alam yang harus dijaga kelestariannya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dalam kehidupan kita banyak mengambil manfaat dari laut. Indonesia merupakan Negara yang memiliki luas laut lebih besar daripada luas daratan, sehingga Indonesia disebut dengan Negara bahari. Sebenarnya Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan lebih besar daripada sumber daya alam yang ada di darat. Namun sejauh ini pendayagunaan potensi tersebut masih belum optimal. Hal ini tejadi salah satunya dikarenakan masih besarnya pengaruh paradigma pembangunan Indonesia yang masih berorientasi pada sumber daya alam di darat. Akibatnya produktifitas kelautan Indonesia hingga saat ini masih tergolong randah.

Secara umum fungsi laut adalah untukmenutupi permukaan tanah yang sangat luas. Lain dari itu fungsi laut adalah sebagai sumber penghasilan yang selama ini kita gunakan, baik di sektor negara maupun rumah tangga. Selain itu laut juga memiliki manfaat yang dapat diambil oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya. Manfaat laut antara lain adalah untuk transportasi sehingga memudahkan perdagangan, baik antar pulau dalam negeri maupun dengan negara lain. Selain itu juga dilaut kita dapat gunakan sebagai mata pencaharian yaitu sebagai nelayan karena dilaut banyak ikan yang dapat ditangkap. Hasil dari tangkapan ikan tadi dapat digunakan sebagai bahan makanan yaitu sebagai lauk-pauk yang penuh dengan protein. Dan juga hasil tangkapan ikan dapat dijual sebagai sumber pendapatan.

Sebagai contoh konkrit adalah adanya terumbu karang sebagai hasil laut. Terumbu karang memiliki fungsi dan manfaat tersendiri bagi para nelayan yaknisebagai daerah tangkap ikan (fishing ground) nelayan tradisional. Secara alami, terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk melakukan pemijahan, peneluran, pembesaran anak, makan dan mencari makan (feeding & foraging), terutama bagi sejumlah spesies yang memiliki nilai ekonomis penting. Dan masih banyak lagi kekayaan – kekayaan laut yang ada.

Fungsi dan Manfaat Hutan

Selain laut, hutan juga termasuk salah satu sumber alam yang harus dijaga kelestariannya. Hutan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Karena hutan memberi sumber kehidupan dan keseimbangan lingkungan bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Hutan merupakan penghasil kayu. Maka itu hutan dipandang memiliki fungsi ekonomi. Sedangkan secara ekologis, hutan bermanfaat dalam mempertahankan kesuburan tanah, mencegah terjadinya erosi atau banjir, dan sebagai tempat mempertahankan keanekaragaman hayati.Secara klimatologis, hutan berfungsi sebagai penghasil oksigen dan pengatur iklim. Termasuk sebagai pengatur tata air tanah, penyimpan air tanah, dan mencegah masuknya air laut.

Menurut Puryono dan Hastuti (1998) dalam Sibarani (2003), hutan memiliki manfaat yang sangat besar terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat, antara lain:

  1. Manfaat estetika, hutan yang ditumbuhi oleh berbagai tanaman memberikan nilai estetika karena hijaunya hutan tersebut dengan aneka bentuk daun, cabang, ranting dan tajuk serta bunga yang terpadu menjadi suatu pemandangan yang menyejukkan.
  2. Manfaat ekologis, yaitu tercapainya keserasian lingkungan antara tanaman, satwa maupun manusia dan sebagai habitat satwa, seperti burung-burung serta perlindungan plasma nutfah.
  3. Manfaat klimatologis, yaitu terciptanya iklim mikro, seperti kelembaban udara, suhu udara, dan curah hujan sehingga dapat menambah kesejukan dan kenyamanan serta tercapainya iklim yang stabil dan sehat.
  4. Manfaat hidrologis, hutan dengan perakaran tanaman dan serasah mampu menyerap kelebihan air pada musim hujan sehingga dapat mencegah terjadinya banjir dan menjaga kestabilan air tanah, khususnya pada musim kemarau. Hujan yang mengandung H2SO4 atau HNO3 apabila jatuh di permukaan daun akan mengalami reaksi. Pada saat permukaan daun mulai dibasahi, maka asam seperti H2SO4 akan bereaksi dengan Ca yang terdapat pada daun membentuk garam CaSO4 yang bersifat netral. Dengan demikian air hujan yang mengandung pH asam melalui proses intersepsi oleh permukaan daun akan dapat menaikkan pH, sehingga air hujan yang jatuh menjadi tidak begitu berbahaya lagi bagi lingkungan.
  5. Manfaat protektif, pepohonan di hutan berfungsi sebagai pelindung dari pancaran sinar matahari dan penahan angin. Serta pohon dapat meredam kebisingan dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang dan ranting. Jenis tumbuhan paling efektif untuk meredam suara ialah tumbuhan dengan tajuk lebat dan rindang, strata yang cukup rapat dan tinggi. Kota yang terletak di tepi pantai, seperti kota Jakarta pada beberapa tahun terakhir terancam oleh intrusi air laut. Pemilihan jenis tanaman dalam pembangunan hutan kota pada kawasan yang mempunyai masalah intrusi air laut harus dengan teliti diperhatikan. Dikarenakan penanaman tanaman yang kurang tahan terhadap kandungan garam yang tinggi akan mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik, bahkan mungkin akan mengalami kematian. Dan juga penanaman dengan tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi tinggi terhadap air tanah dapat mengakibatkan konsentrasi garam air tanah akan meningkat. Sehingga upaya untuk mengatasi intrusi air laut melalui hutan kota dengan tanaman yang daya evapotranspirasinya rendah untuk meningkatkan kandungan air tanah.
  6. Manfaat higienis, udara saat ini semakin tercemar oleh berbagai polutan yang berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan mahluk hidup, khususnya manusia. Dengan adanya hutan, berbagai polutan dan partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Berbagai polutan dan partikel tersebut sebagian akan terserap masuk ke dalam stomata dan sebagian lagi akan terjerap (menempel) pada permukaan daun, khususnya daun yang permukaannya kasar. Dan juga dapat terjerap pada kulit pohon, cabang dan ranting. Manfaat dari adanya hutan ini adalah menjadikan udara yang lebih bersih dan sehat. Daerah yang merupakan tempat penimbunan sampah sementara atau permanen mengeluarkan bau yang tidak sedap. Hutan dapat bermanfaat untuk mengurangi bau karena dapat menyerap bau secara langsung, penahan angin yang bergerak dari sumber bau, dan pelindung tanah dari hasil dekomposisi sampah serta penyerap zat berbahaya yang mungkin terkandung dalam sampah seperti logam berat, pestisida serta bahan beracun dan berbahaya lainnya.
  7. Manfaat edukatif, hutan dapat bermanfaat sebagai laboratorium alam karena dapat mengenal berbagai jenis pepohonan dan satwa khususnya burung – burung yang sering dijumpai di kawasan tersebut.
  8. Habitat Satwa Hutan sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan merupakan tempat mendaratnya ribuan burung pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus).
  9. Pengendapan Lumpur Tanaman pada hutan membantu proses pengendapan lumpur. Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan racun dan unsur hara air, karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur. Dengan hutan, kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi.
  10. Penambah Unsur Hara Hutan cenderung memperlambat aliran air dan terjadi pengendapan. Seiring dengan proses pengendapan ini terjadi unsur hara yang berasal dari berbagai sumber, termasuk pencucian dari areal pertanian.
  11. Penambat Racun Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan bahkan membantu proses penambatan racun secara aktif
  12. Rekreasi dan Pariwisata Hutan memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada di dalamnya. Kegiatan wisata ini di samping memberikan pendapatan langsung bagi pengelola melalui penjualan tiket masuk dan parkir, juga mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat di sekitarnya dengan menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, seperti membuka warung makan, menyewakan perahu, dan menjadi pemandu wisata.
  13. Sarana Pendidikan dan Penelitian Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan laboratorium lapang yang baik untuk kegiatan penelitian dan pendidikan. Hutan merupakan sarana yang tepat untuk melakukan pendidikan dan penelitian lapang.

Dampak Positif IPTEK terhadap Kelestarian Hutan

IPTEK memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan saat ini. Tentunya dengan adanya IPTEK muncul pula beberapa dampak positifyang bisa berpengaruh pada kelestarian hutan dan sumber daya kelautan. Salah satu dampak positifnya adalah dengan adanya IPTEK kita lebih mudah dalam melestarikan hutan. Untuk menjaga agar segala macam tanaman yang ada di hutan tetap hidup kita tidak perlu lagi bersusah payah. Kita dapat memberikan pupuk yang akan membantu untuk cepat tumbuh. Selain itu untuk memberinya air kita tidak lagi menyiraminya satu persatu, namun kita bisa menggunakan mobil tangki yang mengangkut air dan kita bisa menyiraminya dengan tenaga diesel. Adanya IPTEK sangatlah membantu kehidupan dan kelestarian hutan seperti contoh di atas. Kita juga berharap dengan kemajuan IPTEK hasil yang diperoleh dari perhutanan menjadi melimpah. Yang mana hal tersebut akan dapat meningatkan pendapatan negara. Namun semua itu juga bergantung pada manusianya dalam memanfaatkannya.

Dampak Negatif IPTEK terhadap Kelestarian Hutan

Adanya IPTEK ternyata tidak hanya berdampak positif, akan tetapi juga memiliki dampak negatif. Dampak negatifnya antara lain adalah semakin berkembangnya IPTEK semakin meningkatkan potensi pencurian hasil hutan, seperti kayu. Hal tersebut terjadi dikarenakan kurang sadarnya mereka tentang pentingnya hutan. Selain itu juga dikarenakan kurang adanya rasa tanggung jawab dari mereka sehingga mereka menggunakan IPTEK yang mereka miliki tidak sesuai dengan semestinya.

Jika hal tersebut terjadi terus – menerus maka akan mengakibatkan hutan menjadi gundul sehingga akan mengakibatkan erosi. Dan juga bila musim hujan akan terjadi banjir karena sudah tidak ada lagi serapan pada air. Sehingga air – air hujan yang ada akan menggenang.

Dampak Positif IPTEK terhadap Sumber Daya Laut

Tidak hanya berdampak positif pada hutan adanya IPTEK juga memberikan dampak positif pada sumber daya kelautan. Baik dalam hal untuk perdagangan maupun dalam hal pelestarian sumber daya laut itu sendiri. Dampak positif dalam hal perdagangan antara lain untuk mempermudah transportasi. Jika transportasi mudah dan dapat berjalan dengan lancar maka sistem perdagangan akan juga lancar.

Dengan adanya IPTEK para pedagang tidak lagi kesulitan untuk menyeberangi lautan. Mereka saat ini sudah bisa menggunakan tenaga mesin untuk menjalankan perahu atau kapal mereka. Sehingga waktu yang mereka gunakan untuk perjalanan lebih singkat. Jika perjalanan yang mereka tempuh singkat maka akan mereka akan semakin cepat untuk melakukan transaksi perdagangan.

Dampak positif yang lainnya adalah dalam hal pelestarian sumber daya laut itu sendiri. Dengan adanya IPTEK kita lebih mudah untuk mengetahui dan memantau apa yang terjadi di dalam laut. Sehingga dapat mencegah hal – hal yang akan dapat merusak kelestarian laut. Misalnya saja dengan adanya IPTEK bisa mengetahui dan mengidentifikasi adanya perusakan laut. Perusakan laut ini misalnya para pencari ikan yang tidak bertanggung jawab menangkap ikan dengan menggunakan bahan – bahan kimia berbahaya yang nantinya bahan – bahan tersebut akan dapat merusak ekosistem laut yang lainnya.

Kita juga berharap dengan adanya IPTEK dapat meningkatkan hasil laut. Yang nantinya akan bisa untuk membangun dan meningkatkan perekonomian. Akan tetapi semua itu kembali lagi kepada manusianya. Apakah semua manusia mau bertanggung jawab dengan adanya perkembangan IPTEK. Apakah mereka mampu dan mau menggunakan IPTEK sebagai mana mestinya.

Dampak Negatif IPTEK terhadap Sumber Daya Laut

IPTEK juga berdampak negatif pada sumber daya laut, misalnya banyaknya penangkap ikan yang liar. Tidak hanya liar mereka juga sering menggunakan bahan –bahan kimia berbahaya untuk mendapatkan hasil yang banyak pada tangkapan mereka. Misalnya saja dengan menggunakan bom, mereka akan mendapatkan banyak ikan bahkan bukan hanya ikan tapi semua ekosistem yang ada di laut ikut tertangkap. Akan tetapi bahan – bahan yang ada dalam rakitan bom tersebut akan merusak habitat laut.

Habitat laut yang rusak akan mengurangi sumber daya laut yang ada. Ikan akan berkurang mereka banyak lari ke tempat ( laut ) yang lain yang lebih aman. Tentunya hal tersebut merugikan nelayan yang biasanya menangkap ikan dengan prosedur yang benar. Jika sudah seperti itu maka siapa yang disalahkan dan siapa yang bertanggung jawab atas semua kerugian yang ada. Sejauh ini yang bertanggung jawab atas kerugian yang ada adalah pemerintah ini akan mengakibatkan turunnya perekonomian.

Upaya Untuk Mengurangi Dampak Negatif Dari Perkembangan Iptek Terhadap Kelestarian Hutan Dan Sumber Daya Laut

Semua yang terjadi seperti contoh di atas dapat diatasi dengan beberapa cara. Di antaranya adalah dengan memberikan sosialisasi dan pengarahan tentang bagaimana cara menggunakan teknologi yang baik dan benar. Karena dengan memberikan sosialisasi masyarakat akan lebih tahu dan mengerti tentang teknologi dan cara penggunaannya.

Bisa juga dengan cara meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan. Apalagi dengan adanya perkembangan IPTEK banyak terjadi pencurian – pencurian hasil alam. Maka pemerintah harus lebih ekstra dalam mengawasinya sehingga hal – hal tersebut tidak lagi terjadi. Karena hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan alam kita.

Upaya yang lainnya dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kinerja pemerintah bidang perhutanan dan kelautan. Dengan meningkatkan kinerja mereka setidaknya mengurangi sedikit resiko – resiko yang akan menimbulkan kerugian yang diakibatkan penyalahgunaan teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Tim FMIPA-UNESA. 2007. Sains Dasar. Surabaya : Unesa University Pers.

http://Downloads/IPTEK%201.fileDDownloadsIPTEK%25201.htm.htm

http://web.ipb.ac.id/~dedi_s/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=50

http://www.lfip.org/english/pdf/bali-seminar/pemberdayaan%20sumber%20daya%20kelautan%20-%20tridiyo%20kusumastanto.pdf

http://abiwibowo.ngeblogs.com/2009/10/07/laut-sebagai-salah-satu-sumber-daya-alam/

http://deslisumatran.wordpress.com/2010/03/13/fungsi-dan-manfaat-hutan-kota/

http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2009/12/fungsi-dan-manfaat-hutan-bakau.html

http://bataviase.co.id/detailberita-10397820.html

http://www.scribd.com/doc/25288898/DAMPAK-POSITIF-DAN-NEGATIF-DARI-PERKEMBANGAN-IPTEK

http://www.docstoc.com/docs/19922578/pemberdayaan-sumber-daya-kelautan—tridiyo-kusumastanto-sumber-httpwwwlfiporgenglishpdfbali-se/

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://dhjohnson.blogspot.com/2005/03/negative-impacts-of-technology.html

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.oppapers.com/essays/Negative-Effects-Technology/45405

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s