Konsep Ekonomi Pembangunan

Konsep Ekonomi Pembangunan

Pengertian Ekonomi Pembangunan

Ekonomi Pembangunan merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis masalah – masalah yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang dan mendapatkan cara-cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut supaya negara – negara berkembang dapat membangun ekonominya dengan lebih cepat lagi.

 

Ekonomi pembangunan (economics of development) adalah ilmu ekonomi yang mempelajari transformasi struktural dan kelembagaan dari seluruh masyarakat yang pada hakekatnya akan menghasilkan kemajuan ekonomi secara efisien bagi sebagian besar penduduk.

 

Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi (economic of development) adalah usaha – usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang sering kali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riel per kapita. Pembangunan ekonomi adalah suatu proses peralihan (transisi) dari tingkat ekonomi tertentu yang bercorak sederhana menuju ke tingkat ekonomi yang lebih maju.

 

Pembangunan merupakan proses transformasi yang dalam perjalanan waktu ditandai oleh perubahan struktural, yaitu perubahan pada landasan kegiatan ekonomi maupun pada kerangka susunan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.

 

Menurut Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Pembangunan ekonomi diarahkan kepada pemantapan sistem ekonomi nasional untuk mendorong kemajuan bangsa dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
  • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  • APBN sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

 

Ruang Lingkup

Ruang lingkup pembangunan ekonomi adalah peranan yang dapat dimainkan oleh pemerintah dalam mempercepat pembangunan, sumbangan taraf pendidikan kepada pembangunan ekonomi, dan perlunya perkembangan jumlah usahawan dalam pembangunan ekonomi, merupakan bukti bahwa analisis ekonomi pembangunan meliputi bidang-bidang  yang secara tradisional di anggap di luar ruang lingkup ilmu ekonomi.

 

 

Tujuan Pembangunan

Tujuan pembangunan ekonomi jangka pendek yang berhubungan dengan tujuan pembanguinan nasional adalah untuk meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, kesejahteraan masyarakat yang semakin adil dan merata serta meletakkan landasan yang kuat untuk pembangunan berikutnya.

 

Tujuan pembangunan ekonomi jangka panjang adalah mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib, dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai. Pada tahap awal pembangunan dititikberatkan pada bidang ekonomi dengan harapan akan berpengaruh pada bidang lain.

 

Tujuan pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat pada umunya dan untuk menelaah faktor-faktor yang menimbulkan ketiadaan pembangunan, atau pembangunan yang lambat, di Negara-negara berkembang dan selanjutnya mengemukakan cara pendekatan yang dapat di tempuh untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi sehingga dapat mempercepat laju jalanya pembangunan ekonomi di Negara-negara tersebut.

 

Pertumbuhan

Pertumbuhan ekonomi berpokok pada proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ini ditandai adanya peningkatan pendapatan (PDB, PDRB, pendapatan per kapita) dari waktu ke waktu. Pertumbuhan menyangkut perkembangan berdimensi tunggal diukur dengan meningkatnya produksi dan pendapatan.

 

Ciri – Ciri Negara Sedang Berkembang

Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memiliki karakter atau ciri sebagai berikut :

Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tinggi

Tingkat pertambahan penduduk di negara berkembang umumnya lebih tinggi dua hingga empat kali lipat dari negara maju. Hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan dan budaya di negara berkembang yang berbeda dengan di negara maju. Hal tersebut dapat mengakibatkan banyak masalah di masa depan yang berkaitan dengan makanan, rumah, pekerjaan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Tingkat Pengangguran Tinggi

Akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk mengakibatkan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi tinggi. Jumlah tenaga kerja lebih banyak daripada kesempatan lapangan kerja yang tersedia dan tungkat pertumbuhan keduanya yang tidak seimbang dari waktu ke waktu.

Tingkat Produktivitas Rendah

Jumlah faktor produksi yang terbatas yang tidak diimbangi dengan jumlah angkatan kerja mengakibatkan lemahnya daya beli sehingga sektor usaha mengalami kesulitan untuk meningkatkan produksinya.

Kualitas Hidup Rendah

Akibat rendahnya tingkat penghasilan, masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dll. Banyak yang kekurangan gizi, tidak bisa baca tulis, rentan terkena penyakit, dan lain sebagainya.

Ketergantungan Pada Sektor Pertanian / Primer

Umumnya masyakat adalah bermata pencaharian petani dengan ketergantungan yang tinggi akan hasil sektor pertanian.

Pasar dan Informasi Tidak Sempurna

Kondisi perekonomian negara berkembang kurang berkompetisi sehingga masih dikuasai oleh usaha monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Informasi di pasar hanya dikuasai oleh sekelompok orang saja

Tingkat Ketergantungan Pada Angkatan Kerja Tinggi

Perbandingan jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja dengan penduduk non angkatan kerja di negara sedang berkembang nilainya berbeda dengan dengan di negara maju. Dengan demikian di negara maju penduduk yang berada dalam usia nonproduktif lebih banyak bergantung pada yang masuk angkatan kerja.

Ketergantungan Tinggi Pada Perekonomian Eksternal yang Rentan

Negara berkembang umumnya memiliki ketergantungan tinggi pada perekonomian luar negeri yang bersifat rentan akibat hanya mengandalkan ekspor komoditas primer yang tidak menentu.

Permasalahan Pembangunan di Negara Sedang Berkembang

Negara berkembang adalah negara yang sedang membangun menuju negara moderen. Didalamnya terdapat suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu. Untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia yang menuntut adanya perubahan sosial dan budaya sebagai pendukung keberhasilannya.

 

Adapun Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memiliki karakter atau ciri sebagai berikut :

  1. Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tinggi
  2. Tingkat Pengangguran Tinggi
  3. Tingkat Produktivitas Rendah
  4. Kualitas Hidup Rendah
  5. Ketergantungan Pada Sektor Pertanian / Primer
  6. Pasar dan Informasi Tidak Sempurna
  7. Tingkat Ketergantungan Pada Angkatan Kerja Tinggi
  8. Ketergantungan Tinggi Pada Perekonomian Eksternal yang Rentan

 

Saat ini permasalahan tersebut cukup serius dan setiap negara berkembang harus melakukan proses perubahan ke arah modernisasi dengan cara melaksanakan pembangunan di segala bidang. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak semua pembangunan tersebut membawa kemajuan. Sering pada bidang-bidang tertentu bisa juga mengalami kemunduran.

 

Apabila mengalami kemajuan, berarti :

  1. Masyarakat menerima adanya suatu perubahan dengan segala resikonya.
  2. Masyarakat harus menyadari bahwa perubahan tersebut memang sengaja dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Karena hanya dengan perubahan melalui pembangunan akan diperoleh suatu kemajuan yang akan meningkatkan taraf kehidupan.

 

Apabila mengalami kemunduran, berarti masyarakat kurang siap menerima perubahan yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  1.  Terlalu banyak kekuatan dominan yang tidak menyetujui adanya perubahan.
  2. Terjadinya revolusi yang mengakibatkan masyarakat mengalami disorganisasi.
  3. Perubahan yang terlalu cepat karena terjadi bencana alam.
  4. Dalam negara yang sedang dijajah, pihak penjajah memaksakan perubahan.

 

Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat dan bangsa dalam suatu negara berkembang yang sedang berkembang adalah :

  1. Kemiskinan, dan hal ini memang sangat mengkhawatirkan.
  2. Kebodohan dan keterbelakangan.
  3. Kurangnya tenaga ahli di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Kesehatan.
  5. Pendidikan.
  6. Ketahanan nasional

 

Oleh karena itu, pembangunan di negara berkembang harus dilakukan semaksimal mungkin. Hal ini tidak lain adalah untuk mengatasi permasalahan – permasalahan di atas. Secara umum, permasalahan yang dihadapi oleh negara berkembang seperti yang terdapat di Asia, Afrika, dan Amerika Latin adalah tingkat kehidupan yang rendah, tingkat produktivitas yang rendah, dan pertumbuhan populasi serta tanggungan beban yang tinggi.

 

 

Sumber :

 

http://rantidevidd02manajemenkeuangan.blogspot.com/2009/10/pengertian-ekonomi-pembangunan-secara.html

 

http://www.scribd.com/doc/13564561/Tugas-Pengertian-Pembangunan-Ekonomi

 

http://almasdi.unri.ac.id/bahan_ajar/Ekonomi_Pembangunan/Pertemuan_1_Pengertian.pdf

 

http://www.find-docs.com/ruang-lingkup-ekonomi-pembangunan.html

 

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2031409-tujuan-pembangunan-ekonomi-indonesia/

 

http://organisasi.org/sifat-karakteristik-ciri-ciri-negara-berkembang-di-dunia-ilmu-ekonomi-pembangunan

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s